Minggu, 05 April 2015
Prosa
SKRIPSHIT
Bertahan hidup menjadi mahasiswa abadi gak gampang, gue kudu pinter ngeles dari pertanyaan umum yang ditanyain orang-orang di sekitar gue.
“ Lo kuliah kok ga lulus-lulus ? Emang ngambil apa sih? “
Gue Jawab,
“ Ngambil Hikmahnya...”
Atau kalau ada adik-adik MABA yang nanya
“ Kakak angkatan berapa?”
Gue Jawab,
“ Dua ribu tua ...“
Tapi sebenarnya, tidak lulus dulu adalah pilihan gue. For your information, gue paling takut dapet gelar “Pengangguran“. Di mata gue, sebutan “Mahasiswa“ itu lebih enak di dengar daripada “Sarjana Pengangguran“. Ditambah lagi pepatah dari negeri seberang yang selalu terngiang di telinga:
“ Wisuda adalah pengangguran yang tertunda.”
Ini gue, sang Tuna-Wisuda, dan cerita gue tentang bertahan hidup di belantara kampus. Cuplikan di atas menjadi bagian dari pendahuluan sekaligus sinopsis yang disuguhkan penulis. Bagi kalian yang masih labil dan sering galau (baca: plin-plan menentukan sesuatu), tolong banget jangan tersentuh oleh bujuk rayu bang Alitt yang minta di temani menjadi seorang MA (baca: Mahasiswa Abadi). Bang Alitt atau nama lengkapnya Alitt Susanto secara lantang menyuarakan keapesan dalam menjalani hidup serta teori absurd yang bakal membuat kalian benar-benar sesat. Sebagai penulis yang masih terbilang baru, Alitt terbilang sangat piawai dalam bertutur kata. Alitt dapat memainkan “ Reverse Psyschology” dan menyulap novelnya menjadi sebuah “ Komedi yang Punya hati.” Penuh balutan makna dan pesan-pesan tersirat yang mengajak pembaca untuk terus berjuang dan lebih menghargai hidup itu sendiri.
Nilai moral yang terkandung dalam novel ini banyak sekali dan kita akan membahas 3 dari sebagian yang terkandung dalam novel “ Skripshit ”. Sebenarnya noveli ini menceritakan tentang perjuangan seorang Mahasiswa yang selalu gagal dalam membuat skripsi karena kendala-kendala dan spekulasi yang unik, tapi Seorang Alitt selalu beranggapan positif yang di alami oleh dirinya. Jadi si Penulis beranggapan bahwa Kuliah itu adalah “Suka Cita” dan Skripsi itu adalah “Duka Cita”. Karena Kuliah itu lebih banyak Suka Citanya daripada Duka cita. Karena Skripsi adalah sebagian kecil dari Perkuliahan, maka si penulis lebih memilih Suka Cita dalam kuliah ketimbang menyelesaikan skripsi yang selalu gagal.
Kutipan Penulis :
“ Hidup ini Bagai Skripsi... Banyak bab dan revisi yang harus dilewati. Tapi akan selalu berakhir indah... Bagi mereka yang pantang menyerah.” Pg.282
“ Apalah artinya kita hidup di dunia, kalau kita selalu mengandalkan keajaiban ? Hidup akan terasa hambar, Seakan-akan kita hidup di dunia ini Cuma memenuhi kehidupan sehari-hari. I think it’s enough for miracless session. I’d find a way to create my own miracle.” Pg.259
Lika-liku yang dialaminya selama masa perkuliahan demi meraih mimpi untuk mendapat gelar dan memakai baju Toga di ceritakan secara humoris dan juga dalam sekaligus inspiratif. Dan Tips-tips unik yang lainnya untuk bertahan hidup menjadi Mahasiswa Abadi.
Alitt memutuskan untuk kuliah sembari berkerja sambilan untuk membayara SPP dan memenuhi kebutuhan perutnya. Semua pekerjaan pun di kerjakan yang penting menghasilkan uang. Karena dengan kesibukan pekerjaannya. Sampai saat Pembuatan skripsi Alitt mempunyai masalah besar dalam menyelesaikan skripsinya karena terhambat dengan pekerjaannya. Dan skripsinya pun tertunda sampai belasan tahun. Dan sampai saat ini Alitt pun tetap berusaha untuk menyelesaikan skripsi kuliahnya sebagaimana ia telah berjanji kepada ibunya untuk merampungkan semua perkuliahan.
Dan Hasil dari skripsi itu bukanlah di lihat dari Isi dari Skripsi tersebut, tapi Isi itulah yang sangat penting. Kita tidak boleh menciplak hasil karya orang lain. Karena skripsi itu adalah hasil pemikiran mahasiswa yang di apresiasikan kepada mahasiswa Sarjana. Jangan mengeluh jika kita harus mereivisi skripsi. Tetap semangat dan pantang menyerah, karena semakin banyak skripsi kita di suruh revisi maka semakin kecil pula kesempatan kita peluang kesalahan dalam skripsi
1. Perjuangan
Kita dapat mempelajari perjuangan yang telah dialami oleh Alitt, dia selalu berpikiran optimis walaupun kekecewaan menghantui Alitt. Dia selalu menghiraukan orang-orang yang berpikiran jelek tentangnya, yang terpenting dia senang menjalani kehidupannya sebagai mahasiswa abadi. Dan selalu berjuang menyelesaikan skripsinya walaupun puluhan revisi yang telah di laluinya. Pantang menyerah yang selalu menjadi motivasi hidupnya.
2. Kerja Keras
Alitt mengkondisikan dirinya sesuai dengan potensi dirinya, dia tidak mau untuk memaksakan dirinya menjadi sesuatu yang “wahhhh” di mata orang, Alitt adalah tipe pekerja keras dia kuliah sambilan bekerja untuk membayar SPP, memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membayar uang kos-kosan. Dia tidak mau bergantung pada sang ibunda dan dia sudah berjanji untuk merampungkan perkuliahannya pada Ibunya.
3. Karya Sendiri
Dalam pembuatan skripsinya dia tidak mau untuk menciplak hasil karya orang lain untuk merampungkan skripsinya, dia lebih mengutamakan pemikiran sendiri di bandingkan menciplak walaupun puluhan revisi telah ia lalui. Karena, keteguahan dialah yang menjadi semangat di dalam dirinya dan perkataan oranglah yang dia dengar menjadikan motivasi pada dirinya.
Daftar Pustaka
Novel Skripshit (Alitt Susanto) 2012-2013
Unknown
Web Developer
Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
















































Tidak ada komentar:
Posting Komentar