Minggu, 10 Mei 2015
Manusia & Penderitaan
Penderitaan
adalah Motivasi Kehidupan
Banyak orang yang lahir ke dunia
dengan penderitaan yang dialami oleh Keluarganya, banyak macam-macam
penderitaan yakni, Penderitaan Ekonomi, Fisik, Batin serta Penderitaan Sosial.
Penderitaan itu memang berawal dari integritas Keluarga itu sendiri, tergantung
dari keluarganya, mereka dapat menjaga keutuhan keluarga dan membina rumah
tangga dengan baik atau tidak. Jika Bahtera rumah tangga di jalankan tidak
sesuai dengan jalur Amanah pernikahan, pasti keluarga itu akan runtuh karena faktor
mental. Tapi banyak juga orang mengistilahkan “Penderitaan” itu adalah
sebagai motivasi kehidupan yang dapat memotivasi kehidupan kita kearah yang
benar. Itu semua karena efek jera yang dialami oleh seseorang. Tidak hanya
untuk memotivasi diri sendiri saja, bahkan orang yang benar-benar taubat dengan
perbuatannya, Maka orang itu dapat mengutarakan perasaannya selama mengalami
penderitaan tersebut kepada orang lain, Sehingga orang yang mendengarkan juga
mendapatkan pelajaran moril yang sangat berarti.
Di zaman kini sudah tidak menjadi hal yang
mengejutkan lagi jika seseorang putus asa bahkan sampai bunuh diri karena
penderitaan yang dialaminya terlalu lama. Penderitaan terus menerus yang di
timpa kepada seseorang membuat orang itu seakan tidak kuat dalam menjalaninya,
sangat berat sekali dalam menjalani roda kehidupan. Kenapa orang ini berputus
asa ? karena orang ini kurang mendapatkan dukungan mental dari kerabat atau
orang yang dekat kepadanya. Orang akan cepat berputus asa jika tidak ada
seorang pun yang dapat mengarahkan/mengInstruksi serta memberikan motivasi
kepadanya. Hal seperti ini yang harus patut di waspadai, sebelum seseorang
mencapai titik putus asa, sebaiknya kita sebagai teman, Semampunya memberikan
nasehat yang dapat mengubah pikiran seseorang agar kembali ke jalan yang
seharusnya. Itu salah satu kunci untuk membatalakan keputusasaan seseorang.
Saya akan menjelaskan 2 Faktor penyebab keputusasaan seseorang yaitu, Keluar
dari Zona penderitaan dan Memperbaiki Kehidupan.
1.
Keluar dari Zona Penderitaan
Banyak
orang kesulitan untuk keluar dari Penderitaan yang dialaminya, karena faktor
dukungan mental. Jika ingin keluar dari zona penderitaan harus melakukan, Niat
untuk memperbaiki kehidupan, Bertindak dalam berupaya, serta dekatkan diri
kepada Allah SWT. 3 hal tersebut harus diperhatikan karena menyangkut dengan
kehidupan kita. Pertama, semua orang bisa hanya dengan niat saja, tapi yang
lebih sulit yaitu memastikan Niat serta diiringi dengan Tindakan. Karena hanya dengan
niat saja semuanya akan terwujud. Kedua, Bertindak yaitu, sama seperti niat.
Semua tindakan harus diiringi dengan Niat karena semua tindakan tanpa
difokuskan kepada Niat atau tujuan dari tindakan tersebut akan sia-sia. Karena
tujuan dari Niat itu adalah untuk menghasilkan sesuatu yang kita inginkan. Terakhir,
dekatkan diri kepada Allah SWT, jika kita sudah memegang tekad bulat dari Niat
dan Tindakan, saatnya kita serahkan semuanya kepada Allah, kita hanya bisa
berusaha dan berdo’a yang menentukan hanya Allah semata. Allah juga mengetahui
Hambanya mana yang berusaha dan mana yang tidak. Karena Usaha = hasil, Jika
Usahanya keras maka Hasilnya juga akan berbuah manis dan begitu sebaliknya.
2.
Memperbaiki Kehidupan
Jika
kita sudah keluar dari zona Penderitaan saatnya kita untuk memperbaiki
kehidupan kita dengan baik, supaya kehidupan kita akan lebih tertata dari
sebelumnya. Kita biasakan untuk membuat rutinitas atau kegiatan yang bermanfaat
untuk kehidupan kita. Saling berbagai kepada sesama untuk menjalin silaturahmi.
Jangan gengsi untuk mengungkapkan suatu masalah dalam diri kita. Yang pasti
harus memegang teguh jati diri jangan sampai tergoyahkan dengan apapun yang
menghalangi diri kita untuk maju. Dan terakhir harus mempunyai komitmen untuk
menjadikan kehidupannya lebih baik dari sebelumnya.
Saran
terakhir yaitu, jika kita sudah mencapai titik keputusasaan semestinya kita
harus menghindari dari pikiran yang akan menjatuhkan diri kita ke lubang
penderitaan. Kita buang jauh-jauh jika ada pikiran tersebut melintas di kepala
kita. Membaca Istigfar untuk menyadarkan diri kita, lalu kita cerita kepada
teman untuk memberikan suatu nasehat dan masukan untuk untuk diri kita. Kita
usahakan semaksimal mungkin untuk keluar
dari Zona penderitaan tersebut. Allah SWT akan merubah takdir seseorang jika
orang tersebut mau berusaha serta diiringi dengan doa’a.
Unknown
Web Developer
Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
















































Tidak ada komentar:
Posting Komentar