Minggu, 19 April 2015
Manusia & Pemujaan
Kepercayaan Umat
Manusia
Kita
sebagai umat Manusia pasti mempunyai Kepercayaan masing-masing yang berupa
Agama dan Tuhan. Nah, dari kepercayaan itulah yang menjadi pedoman hidup untuk
dirinya dan Agama sebagai Identitas Diri & Tuhan sebagai penyembahan mereka.
Tidak mungkin seseorang di zaman kini yang tidak mempunyai Agama, mungkin ada
tapi biasanya berada di pelosok pedesaan yang masih primitif dan mereka masih
mengikuti tradisi nenek leluhur mereka yang masih di turunkan oleh anak cucu
mereka. Biasanya kepercayaan mereka disebut Animisme dan Dinamisme. Mereka
masih mempercayai benda-benda yang dianggap mereka Pusaka atau benda alam
seperti Gunung, Batu, Matahari, dan benda-benda lainnya.
Semua
orang berhak memilih Agamanya masing-masing karena dalam memilih Agama
seseorang tidak dipaksa untuk menganut
Agama yang bukan karena dari hati dan dirinya masing-masing. Karena dalam
memilih Agama Hati dan diri kitalah yang akan menjawab jawaban yang terbaik. Jika
Hati kita sudah matang dalam memilih Agama mungkin Agama itulah yang akan
membawa kita ke jalan yang lurus dalam menjalani hidup dan tidak akan
tergoyahkan dengan godaan Dunia yang hina ini. Memang, Agama itu berada di
dalam diri kita sejak lahir, karena Agama kita adalah bawaan dari orang tua
kita, jika Orang tua kita islam maka otomatis kita akan Islam. Tapi bisa saja
jika seseorang tergoda dengan godaan Dunia, Jika dia tidak bisa memegang teguh
Agama Islamnya, bisa saja dia akan
berpindah ke Agama lain. Saya akan menjelaskan 2 Unsur dari kepercayaan yaitu,
Agama dan Tuhan sebagai berikut:
1.
Agama
Dalam
pengertian Agama terdapat 3 Unsur yaitu, Manusia, Penghambaan dan Tuhan. Dari
Manusialah Agama berjalan terus sampai sekarang, karena Agama terus di turunkan
oleh generasi berikutnya serta mengembangkan peninggalan atau riwayat yang
telah terjadi pada masa lalu. Saya ambil contoh, yaitu Agama Islam, kita
sebagai umat Nabi Muhammad SAW dan Al-Qur’an sebagai Pedoman Hidup dan Hadist
sebagai Penuntun Hidup kita. Sudah sepantasnya kita harus mengikuti perintah
dari Allah dan menjauhkan larangannya serta mempelajari tingkah laku yang telah
Nabi Muhammad riwayatkan di hadist kepada umatnya, agar hidup kita menjadi
tentram dan damai. Jadi Agama yang akan menentukan hidup kita di Dunia dan di
akhirat. Bukan dalam arti Agama jadi penentu kehidupan, tapi Allah SWT yang
akan menentukan “ Takdir, Rezeki dan Jodoh ”, Agama hanya penghubung kita
sebagai hambah kepada Allah SWT.
2.
Tuhan
Tuhan
Zat yang maha kuasa, tidak ada yang menyetarakannya dan kekal abadi. Tidak
dapat di lihat atau di raba. Tapi kita
dapat merasakannya yaitu dengan mendekatkan diri kepada Tuhan dengan cara
beribadah kepada-NYA. Tuhan merupakan Maha Pencipta segala apapun di alam
semesta sekaligus Maha Pengatur seluruh kejadian-kejadian di dunia ini, bahkan
diri kita sendiri sudah di atur oleh Tuhan. Saya ambil contoh, Kita sebagai
Umat Islam yang telah lahir di dunia ini sudah di tentukan 3 hal oleh Allah SWT
yaitu “ Takdir, Rezeki dan Jodoh “. Pertama Takdir yaitu, menentukan nasib kita
di dunia ini, Entah itu Bahagia atau Buruk. Perbuatan kitalah yang akan
menentukan nasib kita di dunia dan di Akhirat. Bagaimana konsistensi kita dalam
beribadah kepada Allah apakah sudah baik atau belum. Jika belum seharusnya kita
harus segera mengintropeksi diri agar kehidupan kita akan lebih baik lagi dan
jika sudah baik kita terus kembangkan agar lebih baik lagi. Kedua Rezeki yaitu,
Suatu pemberian dari Allah yang seimbang dengan usaha kita dalam menjalankan
suatu pekerjaan. Allah tidak akan memberikan Rezeki kepada Hamba-NYA yang tidak
mau berusaha dan bekerja keras. Walaupun seseorang selalu beribadah tanpa harus
mencari Rezeki, Allah tidak memberikannya. Rezeki datang karena bentuk rasa
Syukur kita kepada Allah Dan jangan lupa juga Rezeki yang kita dapat sebaiknya
kita sedekahan seikhlas kita agar rezeki kita terus di lancarkan oleh Allah dan
sekaligus sebagai pembersih harta kita. Terakhir Jodoh yaitu, Allah telah
menentukan sepasang Pria dan Wanita di dunia untuk menjalankan kehidupan berkeluarga
yaitu dengan cara menikah dengan Sah. Sekeras apapun kita mencintai seseorang
yang kita cintai jika Allah tidak menentukan hubungan kita dengannya maka
semuanya itu akan sirna. Makanya kita dalam mencari jodoh, ikuti saja arus
kehidupan kita seperti air mengalir. Jangan terlalu memaksakan dalam mencintai
seseorang yang nantinya akan berakhir hanya kekecewaan. Tapi kita harus
berusaha untuk mencari calon pasangan kita yang Amanah dan dapat menuntun kita
ke jalan yang benar.
Segala urusan
apapun mau itu urusan dunia atau akhirat kita sebagai hambah yang lemah,
seharusnya selalu bertawakal kepada Allah, Karena hanya Allah yang akan membuka
pintu keluar dalam masalah sebesar apapun. Karena hidup kita sudah di tentukan
oleh Allah, jadi kita tidak bisa lari dari Takdir kita sebagai Manusia yang
khilaf, yang selalu berbuat dosa, yang selalu menjauhkan perintah-NYA, karena
kita sebagai manusia adalah makhluk yang selalu di hasut oleh godaan syaitan,
Sudah wajar jika kita selalu berbuat dosa. Terkecuali Nabi yang diutus oleh
Allah dan para Malaikat yang selalu taat beribadah kepada Allah yang terhindar
dari perbuatan dosa.
Unknown
Web Developer
Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

















































Tidak ada komentar:
Posting Komentar